BWF Wacanakan Ubah Sistem Perhitungan Skor dari Usulan PBSI, Susy Susanti: Menghasilkan Dampak Negatif

Legenda bulutangkis Indonesia sekaligus mantan Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti
Legenda bulutangkis Indonesia sekaligus mantan Kabid Binpres PBSI, Susy Susanti (Net)

KLIKPOSITIF - Legenda bulutangkis Indonesia sekaligus mantan Kabid Binpres PBSI , Susy Susanti ikut menyoroti wacana Federasi Bulutangkis Dunia ( BWF ) mengubah sistem skor dari 3x21 menjadi 5x11.

Menurut Susy, perubahan sistem perhitungan skor menjadi 11 poin dikali lima gim akan lebih banyak menghasilkan dampak negatif. Salah satunya permainan jadi tidak menarik.

baca juga: Meningkat Dibanding Tahun Lalu, Utang Luar Negeri Capai Rp 5.916 Triliun

"Kami waktu itu pernah mencoba sistem seperti itu, hanya sepertinya tidak menarik ya. (Saat itu permainan] cepat sekali jadi tak bisa dilihat," ujar Susy saat dihubungi awak media, Senin (5/4/2021).

Wacana perubahan skor dari 3x21 menjadi 5x11 bukan kali pertama dimunculkan BWF . Beberapa tahun lalu, rencana kontroversial itu sudah pernah dibahas.

baca juga: Soal Liburan Lebaran dan Cuti Bersama, Ini Tanggalnya

Namun saat itu, mayoritas anggota BWF termasuk Indonesia menolaknya. Namun kini, wacana itu kembali muncul dan menjadi kejutan karena yang mengajukan justru PBSI .

Dalam rilis BWF , mereka menyebut wacana perubahan sistem skor akan kembali dibahas dalam acara Rapat Umum Tahunan (Annual General Meeting/AGM) ke-82 yang akan berlangsung secara virtual pada 22 Mei 2021 mendatang.

baca juga: Toyota Pamerkan koleksi Mobil Listriknya di IMMS

BWF mengatakan bahwa proposal perubahan sistem skor yang diajukan Indonesia dan Maladewa sudah didukung oleh Badminton Asia (BA).

Jadi tidaknya wacana kontroversial ini diterapkan akan sangat tergantung dari pendapat federasi bulutangkis negara anggota BWF .

baca juga: Mendag Muhammad Lutfi Disebut Bakal Diganti

Menurut Susy, sistem skor bulutangkis saat ini sudah terbilang baik. Selain menghibur, skor 3x21 turut memberikan waktu bagi para pemain berkembang seiring pertandingan.

"Bulu tangkis kan sudah bagus dan diterima di seluruh dunia, tinggal fokus ke Olimpiade saja. Pemainnya bagaimana, pelatihnya, penonton bisa menikmati tidak?" beber Susy.

Editor: Eko Fajri