Menpora: Ada Tidaknya Penonton di Piala Dunia U-20 Tergantung FIFA

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - PSSI dan pemerintah mulai bergerak melakukan persiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Salah satunya adalah membentuk kepanitiaan bernama INAFOC atau Indonesia FIFA U-20 World Cup 2021 Organizing Comittee.

Selain itu, pemerintah juga telah menentukan enam stadion sebagai venue Piala Dunia U-20 2021 nanti, meski tanpa persetujuan FIFA. Enam stadion tersebut adalah Gelora Bung Karno (Jakarta), Si Jalak Harupat (Bandung), Jakabaring (Palembang), Manahan (Solo), Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan I Kapten I Wayan Dipta (Bali).

baca juga: Meningkat Dibanding Tahun Lalu, Utang Luar Negeri Capai Rp 5.916 Triliun

Kepastian-kepastian tersebut dilakukan usai adanya rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (1/7/2020). Rapat tersebut juga dihadiri oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan beberapa menteri terkait.

Selain ada beberapa hal lain yang juga dibahas. Seperti kemungkinan ada atau tidaknya penonton di Piala Dunia U-20 2021 nanti.

baca juga: Soal Liburan Lebaran dan Cuti Bersama, Ini Tanggalnya

Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung sampai dengan saat ini. Bukan tidak mungkin, saat Piala Dunia U-20 berlangsung, virus corona masih mewabah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengatakan ada atau tidaknya penonton terserah FIFA. Sebab, Piala Dunia merupakan acara milik FIFA.

baca juga: Toyota Pamerkan koleksi Mobil Listriknya di IMMS

Indonesia akan mematuhi instruksi FIFA baik itu ada penonton atau tidak. Saat ini, Indonesia masih melakukan persiapan.

"Piala Dunia, kan produk FIFA, kita turuti FIFA. Kalau mereka bilang bisa, ya bisa," kata Amali saat jumpa pers di Kantor Kemenpora , Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020).

baca juga: Mendag Muhammad Lutfi Disebut Bakal Diganti

Sebagai informasi, Piala Dunia U-20 akan berlangsung pada 20 Mei hingga 12 Juni 2021. Sebanyak 24 negara dari berbagai belahan dunia akan ikut serta.

Editor: Eko Fajri