Indonesia Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021, Peserta Balap Kesulitan?

Davide Brivio dari tim Suzuki MotoGP
Davide Brivio dari tim Suzuki MotoGP (Motogp.com)

KLIKPOSITIF -- Musim depan, MotoGP bakal ketambahan satu lagi tuan rumah, yakni Finlandia.

Sirkuit KymiRing pun menjadi 1 diantara 20 sirkuit yang menjadi lokasi digelarnya MotoGP.

baca juga: Langgar Aturan, Quartararo Terancam Sanksi

Walaupun jumlah seri balapan tersebut sudah menembus rekor, namun mereka tak akan berhenti di situ.

Dilansir dari Crash, dalam jangka waktu beberapa tahun ke depan, ada tuan rumah baru seperti Indonesia, Brazil, Hungaria.

baca juga: KTM Ternyata Siapkan Pebalap Lain, Jika Tak Dapatkan Petrucci

Belum lagi adanya potensi dari Portugal dan Vietnam yang juga berminat untuk 'cari kursi'.

Dengan gelaran balapan yang semakin padat, baik penyelenggara balap maupun tim peserta pun kebingungan melakukan persiapan.

baca juga: Terdampak Pandemi, Uji Kelayakan Sirkuit Mandalika Ditunda

Jalan tengah dari padatnya agenda pun tengah digodok.

Terkait hal tersebut, manajer Suzuki Davide Brivio berujar bahwa padatnya agenda balapan bakal membuat tim dan pembalap kesulitan.

baca juga: Punya Pendapat Lain Soal Karir Sang Anak, Ini Kata Ayah Valentino Rossi

"Sulit bagi kami dan juga pembalap untuk menjaga konsentrasi dan menjaga level stres. Itu bakal menjadi waktu yang panjang." ujar Brivio.

"Dengan adanya 20 seri balapan, kami telah memulai diskusi antar tim tahun ini untuk memangkas sesi tes agar segalanya sedikit lebih seimbang. Setidaknya kami ingin mereduksi stres." imbuhnya.

Mereka pun berkaca dengan Formula 1 yang sudah mempunyai lebih banyak seri balapan dibandingkan dengan MotoGP.

"22 balapan juga bakal cukup menguras tenaga untuk semua pihak, namun ke sanalah kami akan berada. F1 telah mencapai 22 seri tahun 2020 dan mereka akan beranjak ke angka 25."

"Mungkin kami bisa memangkas hari balapan dari total tiga hari menjadi cuma dua hari, di Sabtu dan Minggu. Ini bisa menjadi salah satu cara, kami harus menemukan solusinya." pungkasnya.

Penulis: Eko Fajri