Lima Atlet Angkat Berat FKKSP Lolos PON XX Papua

Pelatih angkat berat binaan FKKSP Nanda Telambuana (tiga dari kiri depan) foto bersama dengan lima lifter angkat berat binaan FKKSP usai penyerahan medali pada Kejurnas Pra PON yang digelar di Bandung, Jawa Barat.
Pelatih angkat berat binaan FKKSP Nanda Telambuana (tiga dari kiri depan) foto bersama dengan lima lifter angkat berat binaan FKKSP usai penyerahan medali pada Kejurnas Pra PON yang digelar di Bandung, Jawa Barat. (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Sebanyak lima lifter atau atlet angkat berat binaan Forum Komunikasi Karyawan Semen Padang ( FKKSP ), lolos ke PON XX di Papua setelah mengikuti Kejurnas Pra PON yang digelar di GOR Tri Lomba Juang Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, 17-29 Agustus 2019.

Lima lifter tersebut terdiri dari Iskandar, Risa Oktaviani, Haprio Hendri, Alamdoras, dan Sandra Diana Sri. Kelima lifter binaan FKKSP itu kini tengah fokus mempersiapkan diri untuk ajang PON di Tanah Papua yang akan digelar pada 20 Oktober tahun 2020 mendatang.

baca juga: Peringati Hari Anti Narkoba Internasional, Semen Padang Gelar Lomba Puisi dan Poster

Pelatih Angkat Berat binaan FKKSP Nanda Telambuana yang ditemui di home angkat berat FKKSP mengaku bersyukur anak asuhnya bisa lolos pada PON Papua. Ia berharap, pada PON nanti anak asuhnya bisa memberikan terbaik untuk masyarakat Sumbar dan pengurus PABBSI Provinsi Sumbar.

"Kami bersyukur bisa mewakili Sumbar pada PON mendatang. Kalau untuk target PON, sejauh ini belum kami bicarakan dengan pengurus PABBSI . Namun yang jelas, kami saat ini fokus untuk persiapan PON. Mudah-mudahan di PON nanti, kami bisa memberikan yang terbaik," kata Nanda, Rabu, 11 September 2019.

baca juga: Selesai Diproduksi di Semen Padang, Shell Kiln untuk Pabrik Tonasa 3 Dikirim Melalui Teluk Bayur

Mantan juara dunia angkat berat itu menjelaskan prestasi yang diraih oleh lima lifter angkat berat binaan FKKSP pada Kejurnas Pra PON di Bandung, sehingga bisa lolos ke PON XX Papua. Untuk lifter Iskandar yang turun pada kelas 59 kg, kata dia, meraih medali emas setelah sukses mengangkat beban 655 kg.

Kemudian lifter Risa Oktaviani kelas 52 kg yang berhasil meraih medali perak, sebut Nanda, berhasil memecahkan rekor nasional bench press. "Sebelumnya, rekor tersebut beban tertingginya 127,5 kg, dan kini menjadi 145 kg. Ini prestasi luar biasa, dan saya sebagai pelatih bangga dan terharu," ujarnya.

baca juga: Semen Padang Patenkan Tiga Inovasi, Salah Satunya Pemijahan dan Pembiakan Ikan Bilih

Untuk lifter Haprio Hendri, pelatih kelahiran Nias, 11 April 1965 itu menuturkan bahwa Haprio meraih peringkat empat di kelas 66 kg dengan beban 300 kg. Kemudian lifter Alamdoras di kelas 83 kg, meraih medali perunggu dengan beban 780 kg. "Begitu juga dengan lifter Sandra Diana Sri yang turun di kelas 52 kg, juga meraih perunggu dengan beban 190 kg," bebernya.

Lifter angkat berat binaan FKKSP , lanjutnya, bukan kali ini saja berhasil menorehkan prestasi untuk Sumbar maupun FKKSP , tapi sudah hampir disetiap kejuaraan angkat berat . Sebagai buktinya, yaitu lifter atas nama Mela Eka Rahayu, juga sukses mewakili Indonesia pada kejuaraan angkat berat Asia yang digelar di Jepang, India dan Filiphina.

baca juga: Semen Padang Salurkan 7.050 Paket Sembako Tahap II untuk Warga Terdampak COVID-19

"Pada kejuaraan angkat berat Asia yang digelar di jepang, India dan Filiphina, Mela yang turun di kelas 72 kg, selalu mengharumkan nama Indonesia dengan raihan medali emas. Terakhir, Mela juga sukses menyumbangkan medali emas untuk Sumbar pada PON Riau tahun 2012," tutur pelatih yang saat ini bekerja sebagai karyawan di PT Semen Padang .

Selain Mela, kata Nanda melanjutkan, juga ada lifter angkat berat binaan FKKSP yang ikut berkontribusi mengharumkan nama Sumbar pada cabor angkat berat PON Riau, yaitu Robinso yang turun di kelas 83 kg dan almarhum Irwan kelas 120 kg. "Keduanya berhasil menyumbangkan medali perak untuk Sumbar," katanya.

Sebagai pelatih Cabor angkat berat binaan dari FKKSP , Nanda menambahkan bahwa pihaknya berterimakasih atas fasilitas yang diberikan oleh FKKSP . "Saya berharap, perhatian ini terus ditingkatkan agar Cabor angkat berat FKKSP terus bisa memberikan kontribusi yang terbaik untuk Sumbar, maupun untuk FKKSP sendiri," pungkas Nanda.(*)

Penulis: Riki Suardi