Tim Paralayang Pessel Gagal Pertahankan Gelar Juara Umum pada Porprov Sumbar

Penyerahan medali cabang paralayang
Penyerahan medali cabang paralayang (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- Tim Paralayang Kabupaten Pesisir Selatan gagal mempertahan predikat juara umum pada Pekan Olahraga Provisi (Porprov) XV Sumatera Barat di Padang Pariaman tahun ini.

Pengurus Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) FASI Pesisir Selatan , Afnizon mengatakan, kegagalan Pesisir Selatan untuk mempertahankan juara umum disebabkan karena minimnya peralatan. Selain itu, peralatan yang digunakan atlet FASI Pessel sudah terbilang ketinggalan dari daerah lain yang sudah menggunakan peralatan moderen.

baca juga: Komisi II DPRD Pessel Batalkan Hearing dengan Direksi PDAM, Ini Alasannya

“Kami ketinggalan jauh dalam peralatan, sedangkan kontingen kabupaten kota lainnya sudah menggunakan parasut yang baru sementara kita masih memakai parasut yang lama," sebutnya pada KLIKPOSITI di Painan, Rabu 28 November 2018.

Menurut Afnizon, dengan minim paralatan untuk Porprov tahun ini, pihak dari Cabor paralayang Pessel tetap berusaha menuai hasil terbaik. Namun, karena keterbatasan peralatan hasil untuk Porprov XV tahun inu, terpaksa membuat Pessel mengakui keunggulan lawan-lawan .

baca juga: Dinilai Memicu Konflik, Fraksi PAN Minta Bupati Ganti Camat Lengayang

Dengan yang peralatan minim, Pesisir Selatan hanya mampu persembahkan 1 medali emas, 9 perak, dan 9 perunggu. Padahal di Porprov 2016 Pessel berhasil meraih 9 medali emas, 2 perak dan empat perunggu.

"Jadi kami sangat berharap sekali kepada KONI Pesisir Selatan , agar bisa membantu dalam pengadaan peralatan parasut paralayang , agar gelar juara umum yang pernah kami raih bisa kembali diraih pada Porprov selanjutnya," tutup Afnizon.

baca juga: Kisruh Camat Lengayang, Pemkab Pessel Masih Non Aktif-kan Oknum Camat Secara Lisan

Senada dengan Ketua Umum FASI Paralayang Pesisir Selatan , Ikhwan Wildani menyebutkan, bahwa untuk di nomor RTG dan Open Distance menggunakan parasut yang tingkatnya lebih tinggi atau EN D, sementara tim Pesisir Selatan masih menggunakan EN B.

"Dari semua kontingen, Kota Bukittinggi menjadi lawan berat. Hampir semua nomor mereka borong,” jelasnya.

baca juga: Proyek Batang Lumpo, Warga Minta Dinas SDA Provinsi Tuntaskan Sesuai Target

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R