Apapun Bisa Terjadi di MotoGP

Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso
Jorge Lorenzo dan Andrea Dovizioso (Asphalt & Rubber)

MOTOGP , KLIKPOSITIF -- Andrea Dovizioso optimis masih bisa mengejar ketertinggalan dari Marc Marquez yang berada di puncak klasemen sementara MotoGP 2018.

Dengan selisih 49 poin dengan Marquez di puncak klasemen, Dovizioso mengaku belum menyerah dalam perburuan gelar juara dunia.

baca juga: Karena Hal Ini, Maverick Vinales Merasa Tidak Dianggap di Tim Yamaha MotoGP

Meskipun di sisi lain ia menyadari peluangnya dalam pertarungan gelar musim ini sangat sulit jika berkaca pada kondisi saat ini.

Namun di saat bersamaan, ia mengaku persaingan MotoGP modern saat ini malah sangat tidak bisa diprediksi, memungkinkannya untuk membalikkan keadaan.

baca juga: Jadi Juara Dunia MotoGP 2020, MIr Tak Sabar Nantikan Kemunculan Marquez

"Tapi saya tidak berpikir ini kenyataanya, karena pada setiap balapan apapun bisa terjadi. Anda tahu, karena sangat mudah melakukan kesalahan, setiap orang berada pada limitnya. Cuaca juga berperan dalam menciptakan situasi berbeda," katanya dikutip dari Motorsport.

Bagi dia, persaingan ketat di papan atas klasemen membuat banyak pembalap merasa tertekan dengan keadaan. Mereka cenderung akan melakukan segala upaya agar bisa lebih cepat dan menang.

baca juga: Digeser Carl Cruthlow Sebagai Tets Rider Yahama, Ini Kata Lorenzo

"Semua pembalap terkuat, para pembalap tercepat di posisi atas klasemen, mereka semua gila, dan menyebabkan banyak situasi aneh. Tapi masih banyak poin yang bisa direbut," sebut DesmoDovi.

Hal yang sama juga diucapkan oleh Jorge Lorenzo . Menurut X-Fuerra, ia merasa tidak terbebani sama sekali dengan raihan poin saat ini.

baca juga: Indonesia Hanya Masuk Daftar Balapan Cadangan, Menpora Optimis Motogp Terselenggara

Meskipun masih mengumpulkan 66 poin, ia merasa yakin bisa ambil bagian dari peburuan gelar juara.

Belum ada pembalap yang mampu membalikkan selisih 49 poin sejak sistem pemberian poin saat ini diterapkan, yakni 1993 silam.

Adapun selisih poin terbesar yang bisa dikejar adalah ketika Marquez tertinggal 37 poin setelah enam balapan musim lalu.

"Hal positif bagi kami adalah kami tidak tertekan, karena kami tidak beresiko kehilangan apapun. Sementara Marc memiliki sedikit tekanan dalam aspek ini," pungkasnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa