F1 Pertimbangkan Gelar Balapan Tanpa Penonton dan Cuma di Eropa

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pihak Formula 1 mempertimbangkan opsi menggelar balapan tanpa penonton. Tak hanya itu, kemungkinan balapan juga cuma digelar di sejumlah sirkuit di Eropa.

Pertimbangan ini menyusul pandemi virus Corona di berbagai belahan dunia.

baca juga: Bos La Liga Berharap Kompetisi Dilanjutkan 11 Juni Diawali Derby Sevilla

"Saat ini kami melihat logistik dari balapan tertutup, bagaimana kami mendatangkan orang ke sana, bagaimana kami melindungi mereka, dan bagaimana membuatnya aman, siapa yang akan kami izinkan ke paddock," kata Managing Director F1 Ross Brawn dikutip dari Sky Sports, Jumat (10/4/2020).

Tujuh Grand Prix yang ada dalam kalender F1 2020 telah ditunda. Sedangkan seri pembuka di Melbourne dan seri Monako batal digelar.

baca juga: Tiga Pembalap Top Ini Pensiun karena Cedera, Ada yang Sampai Lumpuh

Brawn menyatakan masih ada kemungkinan untuk menggelar musim ini dengan delapan hingga 19 balapan.

"Setiap perubahan urutan sedang dibahas," ujarnya.

baca juga: Kemenpora Perkenalkan Program Workout at Home (WAH)

Keselamatan dan perjalanan para kru menjadi masalah utama di saat lebih memungkinkan menggelar balapan di daratan Eropa saja, kendati sebagian besar benua itu sedang berada dalam status lockdown di mana pergerakan manusia dibatasi sebagai upaya meredam pandemi.

"Kami bisa mengadakan lingkungan yang sangat tertutup di mana tim tiba dengan carter, kami arahkan mereka ke sirkuit, kami meyakinkan semua orang dites, selesai itu, tak ada risiko untuk setiap orang dan kami bisa menggelar balapan tanpa penonton," kata Brawn.

baca juga: Ducati Tak Lagi Tertarik Rekrut Lorenzo

"Itu tak bagus, tapi saya rasa lebih baik daripada tak ada balapan sama sekali."

"Saya rasa kita harus ingat jika ada jutaan orang yang mengikuti olah raga ini dan duduk di rumah.... bisa membawa olah raga dan menghibur masyarakat akan menjadi bonus sangat besar di saat krisis yang kita alami ini.

Namun Brawn menggarisbawahi jika tak ada untungnya memulai musim jika tidak bisa mempertahankannya tetap berjalan, dengan minimal delapan balapan untuk bisa dihitung sebagai suatu kejuaraan yang layak.

"Kami bisa mendapat delapan balapan dengan memulainya pada Oktober. Jadi jika kalian ingin tenggat terakhir, itu Oktober."

"Akan tetapi ada kemungkinan juga opsi untuk menyelesaikan balapan hingga tahun depan, katakan lah sampai Januari," katanya.

Apabila musim dimulai pada Juli, maka Brawn memprediksi 19 balapan memungkinkan dengan sejumlah dari mereka digelar secara beruntun tiap pekannya.

"Sejumlah balapan F1 seperti di China bisa juga dipadatkan menjadi dua hari saja," tukas Managing Director F1 Ross Brawn.

Editor: Eko Fajri