KONI: Keikutsertaan Sumbar dalam PON XX Bukan Melengkapi Administrasi Acara

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Syaiful
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Barat Syaiful (KLIKPOSITIF/Fitria Marlina)

PADANG, KLIKPOSITIF - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) Sumatera Barat Syaiful mengatakan bahwa keikutsertaan Sumbar dalam PON XX untuk meraih prestasi, bukan melengkapi administrasi acara. Hal itu diungkapkan saat latihan bersama TC berjalan PON Sumatera Barat di GOR Beladiri KONI Sumatera Barat.

" KONI Sumbar menyatakan diri ikut serta dalam PON bukanlah untuk melengkapi administrasi namun juga melihat potensi prestasi dari keikutsertaan ini. Kita juga mempertimbangkan cabang olahraga (cabor) yang punya potensi baik atau tidak, berprestasi atau tidak serta potensi atlet yang akan ikut. Kita sudah mendata dengan baik," katanya.

Ia mengatakan pihaknya tidak akan memberangkatkan atlet yang tak jelas nantinya ke Papua . "Kita akan melihat peluang prestasi. Jika dalam satu cabor hanya berpotensi dua orang, maka hanya dua orang yang akan kita berangkatkan," jelasnya.

Baca Juga

Selain itu, KONI nantinya akan menerima laporan dari coach pemprov. " KONI hanya menerima laporan dari coach pemprov, termasuk soal disiplin atau tidaknya atlet saat latihan. Setelah laporan itu diterima, tentunya kita juga akan cek ke lapangan," jelasnya.

"Kewenangan pertama kita berikan kepada pemprov. Ada kewenangan kekuasaan pelatih disini selama TC berjalan. Kita juga harus berjelas-jelas karena Cabor-cabor itu jelas ukurannya. Jika atlet tidak berprestasi di paksa berangkat maka akan jadi masalah di kemudian hari. Maka dari itu ada regulasi-regulasi yang diterapkan," tuturnya.

Ia menegaskan KONI tidak akan lagi membeda-bedakan atlet. " KONI memperhatikan tidak ada lagi perbedaan-perbedaan andalan satu, dua, atau tiga. Kita tidak ingin ada kasta. Semua patriot Sumbar sama," katanya.

Selama TC berjalan, atlet juga akan ditanggung semua akomodasinya. Namun hingga saat ini besaran untuk akomodasi masih dalam pembahasan. "Kita akan cepat bahas ini dan cairkan sehingga tak ada kendala di lapangan saat latihan," jelasnya. (*)

Baca Juga

Editor: Fitria Marlina