Olahraga Orienteering akan Masuk ke Sekolah-sekolah di Sumbar

Ilustrasi/KLIKPOSITIF
Ilustrasi/KLIKPOSITIF (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) akan mengenalkan olahraga Orienteering kepada generasi muda atau pelajar di Sumatera Barat (Sumbar). 

Ketua Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Sumbar, Adib Alfikri mengatakan, olahraga ini cocok untuk membentuk karakter dan mengasah kecerdasan otak serta menguatkan fisik.

"Olahraga Orienteering ini sangat cocok bagi generasi muda atau pelajar, karena selain untuk pembentukan karakter juga mengasah kecerdasan, bermain sekaligus berolahraga," ujarnya, Senin, 25 November 2019. 

Baca Juga

Adib Alfikri dilantik sebagai Ketua Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Sumbar, Sabtu, 23 November 2019. 

Orienteering merupakan salah satu cabang olahraga alam bebas di mana para pesertanya disebut dengan orienteers. Olahraga ini membutuhkan perpaduan kemampuan fisik dan keterampilan navigasi pada medan perlombaan.

Keunikan orienteering sebagai ciri khas olahraga ini adalah mencari dan menemukan rute terbaik melintasi suatu medan/daerah tak dikenali dengan waktu secepat mungkin.

Dikatakannya, kedepan olahraga ini akan dinsosialisasikan ke sekolah-sekolah dengan mengenalkan langsung kepada pelajar.

"Nanti jika sudah masuk olahraga Orienteering ini ke sekolah-sekolah dapat menjadi ekstrakulikuler," kata Adib yang juga Kepala Dinas Pendidikan Sumbar ini.

Sementara itu, Ketua Umum FONI Pusat, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menjelaskan, Olahraga Orienteering sendiri merupakan olahraga navigasi melintasi medan yang belum dikenali, dengan dibantu peta dan kompas untuk menuju sasaran yang sudah ditentukan dengan waktu secepat mungkin.

Biasanya, untuk perlombaan orienteering peta yang digunakan sudah dimodifikasi, sehingga akan lebih mudah membaca peta dan menentukan keberadaan titik kontrol.

"Untuk itu kita harapkan olahraga Orienteering ini betul-betul memasyarakat, karena sifatnya orienteering itu dapat menjadi olahraga yang fun, menghilangkan strees, kecerdasan membaca peta, menguasai medan, dan kecepatan. Semuanya menyatu, kemudian olahraga juga membuahkan hasil dan prestasi," terangnya.

Lebih lanjut katanya, olahraga ini merupakan olahraga outdoor yang didalamnya ada sepeda, lari, dan ski, serta juga ada olarharaga yang diawaki penyandang disabilitas.

Sambungnya, untuk kepenguruaan FONI sudah ada di 14 Provinisi. Dan, Sumbar merupakan provinsi yang ke 14 tersebut.

"Nanti akan ada dua daerah lain yang menyusul, yakni Gorontalo dan Bengkulu. Serta daerah yang tengah merintis Riau, Jogja, Maluku, Aceh, nanti kita berencana juga akan mendaftarkan olahraga ini ke KONI," tuturnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengapresiasi olahraga Orienteering ini karena merupakan olahraga jenis baru. Apalagi, olahraga ini melatih kemampuan otak, fisik dan memiliki kecepatan waktu serta target. 

"Olahraga ini sangat cocoklah di wilayah Sumbar, karena disini terdapat bukit, gunung, hutan, dan sungai sehingga olahraga ini memiliki tantangan. Tidak  salah bila olahraga ini dimasukkan kedalam ekstrakulikuler di sekolah, sebab olahraga memiliki nilai yang positif," pungkasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir