Porwil 2019: Muaythai Sumbar Ingin Ulang Sejarah Manis Pra PON 2015

Ketua KONI Sumbar Syaiful meninjau latihan Muaythai di GSG KONI Sumbar
Ketua KONI Sumbar Syaiful meninjau latihan Muaythai di GSG KONI Sumbar (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Cabor Muaythai Sumbar optimis menatap Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2019 Bengkulu. Meski sebagai cabor baru di Porwil, muaythai menargetkan 3 medali emas dan meloloskan atlet sebanyak mungkin di PON 2020 Papua.

Pelatih Muaythai Sumbar Arif Rahman Nasir mengatakan, saat ini sebanyak 15 atlet yang terdiri dari 9 putra dan 5 putri intens menggelar latihan.

baca juga: Pemerintah Pastikan 4 Venue Siap Digunakan untuk PON XX di Papua

"Persiapan kita sudah OK. Sekarang kita hanya menjaga ritme latihan saja," kata Arif pada KLIKPOSITIF .

Baca juga: Diperkuat 4 Pemain Profesional, Ini Skuat Tim Sepakbola Sumbar di Porwil 2019

baca juga: KONI Sumbar Mulai Latihan Atlet untuk PON XX Papua

Arif menjelaskan, target yang diapungkan bukan tanpa dasar. Saat ini, muaythai Sumbar diperkuat atlet peraih medali kejurnas pada tiga tahun terakhir.

Seperti Rama Abdilah (60 kilogram), Dion Saputra (67 kilogram) dan Riyan (75 kilogram).

baca juga: DPD RI Minta Penghapusan 10 Cabor pada PON 2020 Dikaji Ulang

"Mereka peraih emas di kejurnas dalam tiga tahun terakhir," kata Arif Rahman.

Pelatih yang juga pegawai di Dispora Sumbar itu menambahkan, Sumbar juga akan diperkuat atlet yang tampil di PON 2016 Jabar.

baca juga: KONI Sumbar Targetkan 16 Emas PON XX Papua

"PON Jabar kita meloloskan semua atlet yang dikirim. Dari 5 atlet yang dikirim, Sumbar meraih 2 perak dan 2 perunggu di Pra PON. Meski waktu itu baru jadi cabor eksebisi, kita membawa pulang satu perak dan satu perunggu di PON," ujarnya.

Optimisme cabor Muaythai kian besar, mengingat empat dari 5 atlet yang tampil di PON Jabar kembali turun di Porwil 2019 .

"Selain Rama dan Rian, Andri Noviardi dan Yuliardi juga turun," terang Alumni FIK UNP itu.

Selain empat atlet tersebut, Arif juga yakin atlet lain bisa menjadi kuda hitam.

"Target kita meloloskan atlet sebanyak mungkin ke PON 2020 . Tidak meremehkan daerah lain, Riau dan Bengkulu akan jadi lawan berat kita," pungkasnya.

Sementara itu, Konsultan Pelatih Fisik Sumbar Rina Ambar Dewanti yang meninjau latihan muaythai dan tinju di GSG Kompleks GOR Agus Salim bersama Ketua KONI Sumbar Syaiful mengatakan, dirinya akan meningkatkan daya tahan atlet, khusus untuk cabor beladiri sebelum terjun di Porwil.

"Kita banyak memberikan latihan speed endurance agar kondisi atlet stabil. Tujuannya bagaimana mereka bisa bertahan 3 menit di ronde pertama. Kalau mereka sudah terlatih, di ronde kedua mereka akan bisa bertahan," kata Ambar.

Ia menjelaskan, latihan yang diberikan tidak berat tapi intensitas tinggi dan volume rendah.

"Semoga dengan waktu yang tersisa kita bisa meningkatkan daya tahan," ujarnya.

Penulis: Rezka Delpiera