Gagal Lolos Liga Pro Futsal, Tuah Sakato Sumbar Fokus Kejar PON Papua

"Tim asuhan Coach Qusmaini Noor Rusli asal Malaysia tersebut tumbang dengan skor 4-9 dari tim asal Sulawesi Utara. "
Tim Tuah Sakato Sumbar (Ade Suhendra/Klikpositif)

PURWOKERTO, KLIKPOSITIF - Impian masyarakat Sumbar untuk memiliki klub yang berlaga di Liga Futsal Profesional Indonesia, kembali kandas. Tuah Sakato yang menjadi harapan lolos ke Liga Pro tahun 2019 harus kalah di babak 8 besar Liga Futsal Nusantara (LFN) 2019 atas AXM Manado, Jumat 20 September 2019 di GOR Sasana Krida Purwokerto, Jawa Tengah.

Tim asuhan Coach Qusmaini Noor Rusli asal Malaysia tersebut tumbang dengan skor 4-9 dari tim asal Sulawesi Utara. Kekalahan ini merupakan kekalahan ketiga kalinya tim asal Sumbar yang gagal di babak 8 besar dan tidak bisa lolos ke kompetisi futsal tertinggi di Indonesia.

Sebelumnya, tahun 2015 tim PSR FC Padang kandas oleh wakil Papua Black Steel FC. Kemudian tahun berikutnya, Rafhely FC juga lolos ke 8 besar di GOR Jatinangor Sumedang tapi lagi-lagi Efrinaldi dkk juga gagal dari tim asal Yogyakarta, Planet Futsal Yogyakarta.

Manajer Futsal Tuah Sakato Yoserizal mengatakan tahun ini Sumbar harus kembali gagal di usaha ketiga dari Tuah Sakato. Menurutnya, kegagalan tersebut cukup menyakitkan karena tim asuhan Qusmaini Noor Rusli ini tak pernah kalah sejak tingkat LFN Provinsi hingga babak Regional Sumatra di Pekanbaru, Riau.

"Sebanyak 13 laga disapu bersih dengan kemenangan. Sayangnya, catatan bagus itu terhenti di laga terakhir yang menentukan lolos tidaknya ke Liga Pro. Tentu saja menyedihkan karena melihat perjalanan tim ini sejak tingkat provinsi. Tapi kita tak boleh berhenti atau larut dalam kegagalan ini, karena ada target lebih besar yang dibebankan pada tim ini," kata Yosrizal.

Ia menjelaskan pemain tim Tuah Sakato merupakan 100 persen pemain Pra PON. Ia menambahkan bahwa tim tersebut sengaja disatukan dalam sebuah klub untuk bisa berkompetisi di sebuah iven yang kompetitif.

"Tujuannya jelas, tim ini butuh iklim kompetisi, tekanan yang tinggi untuk menempa mental dan teknis mereka di lapangan. Hal itu tentunya bisa didapatkan dalam sebuah kompetisi ... Baca halaman selanjutnya