Tunggal Putra Diprediksi Akhiri Puasa Gelar di Indonesia Open 2019

"PBSI punya keyakinan besar sektor tunggal putra punya peluang besar mengakhiri dahaga gelar selama tujuh tahun"
Anthony Sinisuka Ginting, salah seorang tunggal putra terbaik Indonesia (net)

KLIKPOSITIF -- Sektor tunggal putra Indonesia sudah cukup lama tak meraih trofi di ajang Indonesia Open. Simon Santoso jadi wakil terakhir yang berjaya di kandang sendiri pada 2012 silam. Pada Indonesia Open tahun ini, PBSI punya keyakinan besar sektor tunggal putra punya peluang besar mengakhiri dahaga gelar selama tujuh tahun.

Melalui dua ujung tombak mudanya, Athony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, PBSI berharap trofi Indonesia Open bisa diraih kembali sektor tunggal putra Indonesia.

"Kalau lihat progres tunggal putra memang bagus, meskipun levelnya masih belum tinggi, tapi paling tidak ada peningkatan dari kepercayaan diri mereka," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti.

"Saya rasa tunggal putra punya peluang, jadi ajang (Indonesia Open 2019) pembuktian bagi mereka," sambungnya.

Dalam beberapa turnamen terakhir, sektor yang dilatih Hendry Saputra itu terlihat menunjukkan perbaikan kualitas, khususnya Jonatan Christie. Pada tahun ini, Jonatan berhasil meraih dua gelar beruntun: New Zealand Open dan Australia Open.

Bahkan, di Australia Open 2019, Jonatan keluar sebagai juara usai menundukkan Anthony dalam laga bertajuk All Indonesian Final. Pada gelaran Indonesia Open 2019, tim Merah Putih akan diwakilkan tiga tunggal putra. Selain Jonatan dan Anthony, satu wakil lainnya adalah Tommy Sugiarto yang berkarier dijalur profesional.

Merujuk hasil undian di laman resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), Anthony bakal menghadapi Lu Guangzu (China). Sedangkan Jonatan melawan Rasmus Gemke (Denmark). Sementara Tommy Sugiarto sudah harus berhadapan dengan peraih medali emas Olimpiade 2016 asal China, Chen Long. Indonesia Open 2019 akan bergulir pada 16-21 Juli mendatang di Istora Senayan, Jakarta. (*)

sumber: Suara.com