Minimnya Penginapan Jadi Evaluasi Pelaksanaan Tour de Singkarak

"Kecenderungan investor membangun hotel masih di seputaran Kota Padang dan Bukittinggi"
Peserta TdS saat melintasi kawasan Kelok 44 dengan view Danau Maninjau (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengatakan dari evaluasi yang telah dilakukan, persoalan Tour de Singkarak masih soal infrastruktur, dalam hal ini penginapan atau hotel tempat atlet dan official menginap.

"Evaluasi kemarin soal transfer atlet dan official serta tim yang terlibat dalam penyelenggaraan. Transfer atlet masih jauh karena fasilitas penginapan belum tersedia secara menyeluruh di lokasi star dan finish," katanya kepada KLIKPOSITIF, Senin 31 Desember 2018.

Menurutnya, persoalan itu karena belum menyeluruh hotel di masing-masing daerah di Sumbar. Hanya beberapa saja yang sudah memiliki hotel tempat menginap atlet seperti Kota Bukittinggi, Padang dan Tanah Datar. 

"Pemerintah nggak mungkin juga karena masih banyak porsi lain yang harus dipenuhi dari keuangan daerah. Ini memang menjadi masalah, mudah-mudahan ke depan ada solusinya," ujarnya.

Kata Oni, kecenderungan investor membangun hotel masih di Kota Padang dan Bukittinggi. Terkait anggaran dilanjutkannya, tidak ada persoalan, provinsi, kabupaten dan kota sudah menganggarkan untuk pelaksanaan tahun berikutnya.

"TdS tahun 2019 perlu pematangan, soal jadwal dan keterlibatan provinsi Jambi. Tentunya jalan harus oke, dan pembagian tugas harus jelas, kita harus sesuaikan dengan jadwal UCI dan musim," terangnya.

Ke depan TdS harus dibangun secara bersama-sama. Sebab membangun imeg pariwisata Sumbar, harus dilakukan secara bersama-sama dan dukungan dari berbagai pihak.

Disebutkannya, secara umum pelaksanaan TdS 2018 menurut penilaian Union Cycliste Internationale (UCI) berjalan dengan sangat baik. Bahkan perubahan jalur etape pada menit-menit akhir karena terjadi bencana, mendapatkan nilai plus. Belum ada yang pernah bisa melakukan pengalihan rute dengan begitu cepat tetapi tidak mengganggu pelaksanaan balapan.

[Joni Abdul Kasir]