Pembalap Australia Calon Juara TdS, Indonesia Incar Juara Tim

Pembalap Australia, Jesse Ewart bersalaman dengan pembalap lain peserta Tour de Singkarak 2018
Pembalap Australia, Jesse Ewart bersalaman dengan pembalap lain peserta Tour de Singkarak 2018 (Istimewa)

SOLOK SELATAN, KLIKPOSITIF -- Jesse Ewart membuktikan perkataannya sebelum balapan. Pada etape ke-7 hari ini dia mengerahkan segala kemampuan yang ada untuk bisa memperlebar jarak dengan pesaing terdekatnya, sekaligus memperkokoh posisinya sebagai pebalap tercepat Tour de Singkarak 2018.

“Etape ke-7 ini adalah kunci, segalanya dipertaruhkan di sini,” katanya sebelum balapan dimulai.

Dengan catatan waktunya hari ini Jesse berhasil memperjauh jaraknya dari pesaing terdekat. Jesse telah memegang jersi kuning sejak etape ketiga dan tidak pernah kehilangan jersi tanda pebalap tercepat ini.

Baca Juga

Lawan terkuatnya, Ariya Phounsavath dari Thailand Continental Cycling Team telah menempelnya dengan ketat dari etape 3 hingga etape 6. Dalam empat etape itu jarak keduanya selalu terpaut dua detik saja.

Ariya tidak tampil terlalu bagus hari ini, celah ini digunakan dengan baik oleh Nikodemus Holler dari Bike Aid Jerman. Dia muncul sebagai pebalap terbaik kedua dengan jarak 20 detik dari Jesse.

Jarak 20 detik yang berhasil diciptakan Jesse didapat dari penampilan yang meningkat jauh. Sejak finis pertama di etape ketiga Jesse tidak pernah lagi finis terdepan, bahkan peformanya menurun.

Tercatat, pada etape 4 dia finis ke-23, etape 5 finis ke-45, dan pada etape 6 penampilanya mulai membaik dengan finis ke-23. Hari ini Jesse tampil all out dan berhasil memperbaiki catatan waktunya dengan finis di posisi ke-6.

Jarak 20 detik dengan pesaing terdekatnya membuat gelar juara umum akan menjadi miliknya jika tidak ada kejutan di etape terakhir. 20 detik perbedaan itu akan membuat Jesse membalap lebih lepas. Besar peluang jika jersi kuning yang direbutnya pada etape ketiga bakal menjadi miliknya secara permanen. “Dalam balapan segalanya mungkin saja terjadi,” kata Jesse lagi.

Sementara Abdul Soleh, pebalap Indonesia dari KFC Cycling Team optimis timnya bisa melakukan usaha penghabisan di etape terakhir. Sasarannya adalah menjadi juara tim atau tim terbaik.

Catatan waktu para pebalap dalam tim ini menjadi yang terbaik ketiga setelah Thailand Continental Cycling Team dan Bike Aid.

“Kita lebih mengutamakan juara tim juara dan kita punya peluang besar untuk mengejar waktu hingga etape terakhir,” kata Soleh.

Saat ini KFC Cycling Team berada di posisi ketiga terbaik. Mereka mengumpulkan catatan waktu 83 jam 8 menit 50 detik. Terdapat selisih 4 menit 28 detik dari catatan waktu terbaik yang dipegang oleh Thailand Continental Cycling Team.

Sedangkan untuk tim Indonesia terbaik telah diepgang oleh tim ini sejak etape ketiga hingga etape hari ini. Pebalabnya, Muhammad Abdurrohman menjadi pebalap Indonesia terbaik sejak etape 2. Pada etape ke-7 gelar ini berpindah ke Abdul Soleh yang juga memakai jersi KFC.

[Ramadhani]

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa