Mengenal Timing System, Cara Menentukan Pemenang Tour de Singkarak

"Szeto Chi Wing yang berperan sebagai Timing System operator pada Tour de Singkarak menjelaskan jika penghitungan waktu dilakukan dengan menggunakan sistem sensor khusus. "
Szeto Chi Wing, teknisi penghitung waktu memasang kamera otomatis digaris finis (Ramadhani/KLIKPOSITIF)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Kecepatan pebalap mengayuh sepeda bisa sangat beragam. Namun rata-rata kecepatan pebalap atau Cyclist pada Tour de Singkarak berada pada hitungan 40-50m kilometer per jam. Kecepatan ini akan bertambah menjelang garis finis, yang terkadang terlihat pebalap finis seolah bersamaan.

Nah pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimana tim penilai menentukan pemenang dan catatan waktu pebalap yang jumlahnya mencapai ratusan orang tersebut.

Szeto Chi Wing yang berperan sebagai Timing System operator pada Tour de Singkarak menjelaskan jika penghitungan waktu dilakukan dengan menggunakan sistem sensor khusus. Sebelum memulai balap, pada masing-masing sepeda akan dipasang sebuah alat sejenis transponder. Alat ini merekam durasi waktu selama pebalap menempuh rute.

“Jika kamu perhatikan baik-baik, ada alat merah kecil yang menempel di kaki-kaki depan pada setiap sepeda yang ikut balapan,” ujar Szeto dalam Bahasa Inggris dengan akses Tiongkok yang keras.

Nah alat itu, kata dia lagi, akan terdeteksi ketika sepeda melewati garis finis. Saat sensor yang dipasang di sepanjang garis finis memindai alat pada sepeda, sebuah sistem akan bekerja secara otomatis membaca data yang ada seperti kecepatan pebalap, hingga pada satuan waktu terkecil.

“Alat ini membuat kita tahu siapa pebalap yang melewati finis dan siapa yang tidak finis. Tentu saja dengan waktu yang tercatat dengan jelas,” kata Szeto.

Selain sensor Timing System, tim penghitung waktu ini juga memasang kamera otomatis tepat di garis finis. Kamera ini secara mandiri akan memotret setiap kali sensor yang terpasang dilewati oleh pebalap. Ho Yiu Kwong rekan Szeto yang lebih muda menjelaskan, keberadaan kamera sangat penting untuk pembuktian visual.

“Tidak jarang para pebalap finis dengan bersamaan, bahkan dalam catatan waktu yang sama. Bukti visual bisa menjadi rujukan yang bagus,” katanya.

Ho Yiu ... Baca halaman selanjutnya