TdS Padang-Agam, Arena Unjuk Kekuatan Pebalap

Pebalap saat melewati Kelok 44 pada TdS tahun lalu
Pebalap saat melewati Kelok 44 pada TdS tahun lalu (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Etape empat Tour de Singkarak hari ini Rabu, 7 November 2018 akan menjadi gelangang adu kekuatan bagi para pebalap. Rute sejauh 144 kilometer ini dimulai di Padang dan berakhir setelah rute menanjak di Kelok 44 .

Peter förster yang membalap untuk tim PCS CCN dari Belanda mengatakan setelah tiga etape balapan akan makin berat. Apalagi track hari ini, kata dia, memiliki rute menanjak paling tinggi sejauh rute TdS kali ini.

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

"Di rute ini kekuatan dan daya tahan adalah kunci," katanya.

Hal serupa disampaikan Novardianto Jamaludin yang memenangkan etape pertama. Faktor kebugaran adakah poin penting untuk memenangkan balapan hari ini. Terlebih lagi, kata dia, balapan pada dua etape sebelumnya begitu menguras tenaga. Etape dua sepanjang 200 kilometer lebih dan etape tiga 150 kilometer cukup membuat para pebalap kelelahan.

baca juga: Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda, Apa Kata Mulyadi?

"Balapan hari ini akan menunjukkan adu power. Saya pikir tim kuat seperti Sapura dan St George Continental akan banyak menyerang," ujarnya.

92 pebalap akan memulai start dari Pantai Cimpago Padang. Rute hari ini akan menembus jalur pesisir barat Sumatra dari Padang ke Pariaman terus menanjak memasuki Agam . Perebutan poin pada tiga titik sprint akan tetap jadi tontonan menarik. Titik pertama berada di Lubuak Alung 25.5 kilometer dari garis start, sprint kedua berada 62 kilometer dari garis finis di Sungai Limau dan yang terakhir berada di Lubuk Basung 107.9 kilometer.

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Gelar Raja Tanjakan akan menjadi milik pebalap yang mampu menaklukkan tanjakan tertinggi di TdS hingga etape 4 ini. Rezvani Gilkolaei Morteza dari tim Omidnia Mashhad Iran berhasil meraih gelar Raja Tanjakan di dua etape pertama. Dominasi Rezvani diganggu Jesse Ewart pada etape 3.

Jesse yang tergabung dalam Sapura Cycling Team tampil dominan pada etape dengan catatan waktu 3 jam 41 menit 49 detik. Pebalap Australia ini tampil dominan dengan finis sendirian, meninggalkan lawan terdekatnya Arnulfo Edwin dari Ningxia Livall Cycling Team dengan jarak 1 menit 37 detik. Selain menjadi yang tercepat dan berhak atas Yellow Jersey, dia juga meraih poin tertinggi sebagai sprinter dan juga Raja Tanjakan. Green Jersey dan Polkadot Jersey menjadi miliknya.

baca juga: Longsor, Jalan Matur-Palembayan Terputus Total

[Pinyu]

Penulis: Rezka Delpiera