Ternyata Ini Rahasia Dibalik Pengembangan Motor Ducati di MotoGP

"Ducati terlambat bangun"
Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo (Net)

MOTOGP, KLIKPOSITIF -- Tim Ducati MotoGP adalah salah satu pabrikan yang boleh dikatakan berhasil dalam melakukan pengembangan motor selama dua tahun terakhir. Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Dovizioso yang menjadi runner up musim lalu.

Apalagi setelah melihat kemenangan Andrea Dovizioso di Misano akhir pekan lalu yang, memiliki kekuatan simbolis luar biasa karena berbagai alasan.

Pertama dan terutama, trek tersebut adalah salah satu yang paling sulit bagi pembalap Ducati era sekarang.

Podium tertinggi di MotoGP San Marino juga ketiga beruntun bagi Ducati-kali terakhir berjaya pada 2008. Jika kita menambah kemenangan Dovizioso dengan torehan Lorenzo, maka jumlahnya menyamai Honda-telah mengoleksi lima lewat Marc Marquez dan satu dari Cal Crutchlow.

Jika jumlah kemenangan tersebut tak tercermin dalam klasemen sementara, itu karena konsistensi Marquez, yang telah berhasil mengendalikan dirinya ketika ada risiko tinggi untuk terjatuh.

Dilansir dari Motorsport, Marquez mengakui, keunggulan 67 poin yang telah telah diraihnya, memungkinkan The Baby Alien menghadapi bagian akhir musim dengan kepercayaan diri merengkuh gelar juara-dan itu karena rivalnya yang terlambat menantang, "Ducati terlambat bangun. Kami menduga mereka terlambat," ujarnya.

Kata-kata Marquez divalidasi oleh apa yang terjadi tahun lalu, Ducati terbukti meningkat dalam mengembangkan motor ketika musim sudah berjalan. Tidak ada bukti yang lebih baik dari apa yang terjadi tahun lalu dengan Dovizioso.

Pembalap Italia itu hampir membakar motornya sendiri, karena memiliki banyak keterbatasan di Austin. Dan sisanya adalah sejarah: dia berjuang dengan Desmosedici GP17 untuk merebut titel melawan Marquez hingga balapan terakhir Valencia, setelah membukukan enam kemenangan.

Pada 2017 pula, DesmoDovi harus menunggu hingga Mugello untuk meraih kemenangan pertama. Sejak saat itu, ia mulai merasa lebih baik saat mengendarai ... Baca halaman selanjutnya