Gelar Ratas Asian Games 2018, Presiden Jokowi Tekankan Tiga Hal Ini

"Ratas kali ini saya ingin memastikan lagi, baik kesiapan infrastruktur, pembangunan venue, maupun non venue"
Presiden Jokowi (internet)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin Rapat Terbatas dengan agenda perkembangan persiapan Asian Games 2018 di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Senin (28/5). Jokowi mengatakan, ratas persiapan Asian Games ini merupakan rapat yang ke-11, sementara pelaksanaannya tinggal 81 hari.

"Ratas kali ini saya ingin memastikan lagi, baik kesiapan infrastruktur, pembangunan venue, maupun non venue. Termasuk juga persiapan teknis pelaksanaan mulai dari pembukaan pertandingan dan penutupan," ujar Jokowi saat memberikan pengantar Ratas seperti dilansir suara.com, jaringan Klikpositif Nasional Network (KPNN).

Di samping itu, Jokowi juga meminta para atlet Merah Putih yang akan berlaga di pesta olahraga se-Asia tersebut disiapkan sebaik mungkin. Sebagai tuan rumah, mantan Wali Kota Solo ini berharap Indonesia mendapat peringkat terbaik dalam klasemen perolehan medali keseluruhan.

Presiden juga menekankan pentingnya pengamanan saat multievent empat tahunan ini berlangsung, khususnya di Jakarta dan Palembang. "Saya minta laporan mengenai kesiapan pengamanan. Kita ingin negara-negara peserta Asian Games yakin Indonesia aman untuk dikunjungi, kondisi keamanan sepenuhnya terkendali," jelas Jokowi.

Pada poin yang terkahir, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan pentingnya promosi dan publikasi Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada 18 Agustus sampai 2 September 2018. "Saya betul-betul ingin dapat perhatian secara khusus, karena saya lihat yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri," kata Jokowi.

Dalam ratas ini Jokowi didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir pula sejumlah menteri terkait. Diantaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Bisar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki ... Baca halaman selanjutnya